Prosedur Menggunakan Air Ambulance atau Ambulans Udara dengan Charter Pesawat

Prosedur Menggunakan Air Ambulance atau Ambulans Udara dengan Charter Pesawat

Prosedur menggunakan air ambulance atau ambulans udara biasanya dilakukan dalam situasi darurat medis yang memerlukan transportasi cepat dan aman dengan pesawat terbang. Berikut adalah langkah-langkah umum yang terlibat dalam prosedur menggunakan air ambulance:

1. Penilaian Kebutuhan

  • Ketika terjadi kondisi medis yang membutuhkan evakuasi darurat atau transportasi cepat, tenaga medis atau petugas kesehatan akan menilai apakah pasien memerlukan air ambulance. Biasanya ini dilakukan melalui telepon oleh rumah sakit, tim medis darurat, atau layanan ambulans.

2. Pemberitahuan kepada Layanan Air Ambulance

  • Setelah kebutuhan akan air ambulance dipastikan, pihak rumah sakit atau keluarga pasien menghubungi perusahaan atau layanan penyedia air ambulance. Proses ini melibatkan pemberian informasi tentang kondisi pasien dan lokasi awal serta tujuan akhir (misalnya, ke rumah sakit spesialis).

3. Penyusunan Rencana Penerbangan

  • Tim penyedia air ambulance akan menentukan jenis pesawat yang diperlukan (tergantung pada kondisi pasien, seperti jika pasien memerlukan peralatan medis khusus selama perjalanan), serta rute penerbangan yang optimal.
  • Persiapan ini juga melibatkan koordinasi dengan otoritas penerbangan dan bandara untuk memastikan izin terbang dan penjadwalan yang tepat.

4. Transportasi ke Lokasi Penjemputan

  • Pasien akan dipersiapkan untuk dipindahkan ke lokasi penjemputan, yang bisa berada di rumah sakit atau lokasi lain seperti rumah pasien atau tempat kecelakaan. Mobil ambulans darat biasanya digunakan untuk mengangkut pasien ke titik keberangkatan (misalnya, bandara atau helipad).

5. Penerbangan

  • Setelah tiba di titik keberangkatan, pasien akan dipindahkan ke pesawat air ambulance. Di dalam pesawat, biasanya ada peralatan medis lengkap, termasuk ventilator, monitor jantung, dan obat-obatan yang dibutuhkan.
  • Selama penerbangan dengan pesawat charter, tenaga medis yang terlatih (seperti dokter atau paramedis) akan merawat pasien, memantau kondisi vital, dan memberikan pertolongan medis jika diperlukan.

6. Kedatangan di Tujuan

  • Setelah tiba di bandara atau lokasi tujuan (misalnya, rumah sakit yang dituju), pasien akan dipindahkan ke ambulans darat untuk diantar ke rumah sakit jika perlu. Di sini, tim medis penerima akan siap untuk melanjutkan perawatan.

7. Pemberitahuan dan Koordinasi Lanjutan

  • Selama proses penerbangan dan setelah tiba di rumah sakit tujuan, komunikasi akan dijaga antara tim medis yang menangani pasien di udara dan tim medis yang akan menerima pasien di rumah sakit tujuan. Semua informasi medis terkait kondisi pasien, tindakan yang telah diambil, dan kebutuhan perawatan lanjutan akan dipertukarkan.

Catatan:

  • Biaya: Penggunaan air ambulance dengan pesawat charter biasanya sangat mahal, dan biaya ini bisa sangat bervariasi tergantung pada jarak penerbangan, jenis pesawat, serta peralatan medis yang diperlukan. Banyak asuransi kesehatan yang dapat mencakup biaya ini, tetapi biasanya hanya jika perawatan ini benar-benar dibutuhkan secara medis.
  • Persyaratan Medis: Tidak semua kondisi medis cocok untuk transportasi dengan air ambulance. Keputusan untuk menggunakan air ambulance harus didasarkan pada kebutuhan medis yang mendesak.

Prosedur ini memastikan pasien mendapatkan perawatan yang optimal dengan cepat, terutama dalam situasi yang tidak bisa diatasi dengan ambulans darat biasa.

Pastikan menggunakan layanan air ambulance yang kredibel dan berpengalaman, PT. SOS Medevac International telah melayani permintaan air ambulance lebih dari 15 tahun.